Friday, November 23, 2012

Nabi Idris AS (ادريس)











Tidak banyak keterangan yang didpti tentang kisah Nabi Idris di
dalam Al-Quran mahupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah
nabi-nabi.Di dalam Al-Quran hanya terdpt dua ayat tentang Nabi Idris
iaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:


“Dan ceritakanlah { hai Muhammad kepada mereka , kisah } Idris
yang terdapat tersebut di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah
seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. 57 – Dan Kami telah
mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” ( Maryam : 56 – 57 )



Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin
Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam AS dan adalah
keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan
Syith.

Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia
berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah
Allah serta membeeri beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya
agar menyelamat diri darii seksaan di akhirat dan kehancuran serta
kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai usia 82 tahun.


Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah :

1 . Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.

2 . Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.

3 . Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.

4 . Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah
menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui
mereka dalam dosa.

5 . Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu
serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji
kepada Allah.

6 . Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena
mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.

7 . Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.

8 . Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dpt
bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.


Dalam hubungan dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat
kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa
Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang
Malaikat Wallahu a’alam bissawab.